KUYY! logo

Artikel

Pilates atau Yoga? Ini Perbedaannya

Tim KUYY!
4 menit baca
Sesi pilates

Pilates dan yoga sering dianggap kembar identik: sama-sama low-impact, sama-sama dilakukan di atas matras, sama-sama menenangkan. Padahal akarnya, fokusnya, dan tujuan akhirnya berbeda. Memahami bedanya akan membantu kamu memilih kelas yang benar-benar mendukung target tubuhmu, bukan sekadar ikut tren.

Asal-usul dan filosofi yang berbeda

Yoga lahir lebih dari 5.000 tahun lalu di India sebagai praktik spiritual yang menyatukan tubuh, napas, dan pikiran. Gerakannya (disebut asana) bertujuan menyiapkan tubuh untuk meditasi, jadi unsur ketenangan dan kesadaran napas sangat dominan.

Pilates jauh lebih muda. Diciptakan Joseph Pilates pada awal 1900-an sebagai metode rehabilitasi, awalnya dipakai untuk membantu pemulihan tentara dan penari yang cedera. Karena itu pilates sangat klinis dan terukur: setiap gerakan punya tujuan anatomis yang jelas, terutama untuk menguatkan otot inti.

Tip: kalau kamu tertarik pada sisi "menenangkan pikiran" dan kelenturan, condonglah ke yoga. Kalau kamu ingin pendekatan yang lebih seperti "latihan terstruktur" dengan target otot spesifik, pilates lebih cocok.

Fokus latihan: napas, kelenturan, vs kekuatan inti

Yoga menekankan tiga hal: fleksibilitas, keseimbangan, dan ketenangan pikiran. Banyak pose ditahan 5 sampai 10 tarikan napas, dan napas (pranayama) jadi penggerak utama setiap gerakan. Hasil yang umum dirasakan: badan lebih lentur, pikiran lebih tenang, dan kualitas tidur membaik.

Pilates berpusat pada apa yang disebut "powerhouse" — otot perut dalam, dasar panggul, punggung bawah, dan bokong. Gerakannya presisi, berulang dalam hitungan, dan menuntut kontrol penuh. Tujuannya: inti yang stabil, postur tegak, dan punggung yang tidak mudah nyeri. Pernapasan di pilates pun beda; kamu menarik perut ke dalam sambil bernapas lateral ke arah tulang rusuk, bukan mengembangkan perut.

Kalau kamu masih benar-benar baru di dunia latihan tubuh, ada baiknya membaca tips memilih kelas olahraga untuk pemula dulu agar tidak salah langkah di sesi pertama.

Manfaat masing-masing untuk tubuhmu

Keduanya sama-sama baik, tapi keunggulannya berbeda. Berikut gambaran cepat supaya kamu bisa membandingkan:

  • Yoga unggul untuk kelenturan, mobilitas sendi, manajemen stres, dan relaksasi. Cocok untuk kamu yang kerjanya duduk seharian dan merasa kaku.
  • Pilates unggul untuk kekuatan inti, perbaikan postur, stabilitas tulang belakang, dan kesadaran tubuh. Cocok untuk kamu yang sering nyeri punggung bawah atau ingin perut lebih kencang.
  • Pemulihan cedera sering mengarah ke pilates karena gerakannya bisa dimodifikasi sangat halus, tapi yoga terapeutik juga membantu. Apa pun pilihanmu, kabari instruktur soal riwayat cederamu.
  • Pembakaran kalori keduanya tergolong sedang; jangan jadikan ini patokan utama. Kalau kamu memang mengejar kalori, kombinasikan dengan kardio.

Yoga juga punya banyak ragam aliran, mulai dari yang dinamis sampai yang sangat lambat. Kalau tujuanmu menenangkan diri sekaligus mengenal dasar-dasarnya, baca manfaat yoga untuk pemula sebagai titik awal.

Pilih berdasarkan tujuanmu

Cara paling sederhana memilih adalah mulai dari pertanyaan: "Aku ingin tubuhku jadi seperti apa dalam tiga bulan ke depan?" Lalu cocokkan jawabannya:

  1. Ingin lebih rileks dan lentur: pilih yoga. Mulailah dengan kelas Hatha atau Yin yang temponya lambat.
  2. Ingin core kuat dan postur lebih baik: pilih pilates. Kelas mat pilates untuk pemula adalah titik awal yang ideal.
  3. Sering nyeri punggung atau baru pulih dari cedera: pilates klinis sering direkomendasikan, tapi konsultasikan dulu kondisimu dengan instruktur.
  4. Stres dan susah tidur: yoga, terutama aliran restoratif yang temponya lambat dan banyak menahan napas panjang. Sesi malam yang tenang bisa membantu kualitas tidurmu membaik dalam beberapa minggu.
  5. Ingin tubuh seimbang antara kuat dan lentur: jangan ragu menggabungkan keduanya (lihat bagian berikutnya).

Apa yang terjadi di kelas pertamamu

Banyak pemula urung mencoba karena membayangkan harus langsung lentur atau langsung kuat. Padahal kelas pemula dirancang dari nol. Berikut yang biasanya kamu temui:

Di kelas yoga

Sesi 60 menit umumnya dibuka dengan pengaturan napas, dilanjut pemanasan ringan, rangkaian pose berdiri dan duduk, lalu ditutup dengan savasana (berbaring rileks) sekitar 5 menit. Bawa matras tipis atau pinjam di studio, dan datang dengan perut tidak terlalu penuh.

Di kelas pilates

Sesi mat pilates fokus pada gerakan berulang dengan hitungan, sering memakai alat bantu seperti ring, resistance band, atau bola kecil. Instruktur akan banyak mengoreksi posisi panggul dan bahu. Wajar kalau otot perutmu terasa "bekerja" keesokan harinya — itu tanda powerhouse-mu aktif.

Tip: kesalahan paling umum pemula adalah menahan napas saat gerakan terasa berat. Justru di situ kamu harus tetap bernapas teratur. Napas yang terkontrol adalah inti dari kedua disiplin ini.

Apa pun pilihanmu, jangan lewatkan pemanasan dan pendinginan agar tubuh siap dan terhindar dari rasa kaku berlebihan.

Kenapa tidak keduanya?

Pilates dan yoga sebenarnya saling melengkapi, bukan saling menggantikan. Yoga memberi kelenturan dan ketenangan; pilates memberi kekuatan dan stabilitas yang menjaga sendi tetap aman saat kamu melentur. Banyak orang menjadwalkan yoga di hari santai dan pilates di hari ingin "berkeringat lebih terstruktur".

Pola yang realistis untuk jadwal sibuk misalnya dua sesi per minggu: satu yoga di hari santai, satu pilates di hari ingin berlatih lebih terstruktur. Kalau kamu sering kehabisan motivasi, kuncinya adalah menaruh jadwal kelas di kalender layaknya janji penting yang tak boleh batal, sehingga ritme latihanmu tetap terjaga.

Siap mencoba? Booking kelasmu sekarang

Cara terbaik menjawab "pilates atau yoga" adalah dengan mencobanya langsung. Lihat panduan kelas pilates dan kelas yoga, bandingkan jadwal serta lokasinya, lalu booking sesi terdekat lewat KUYY!. Mulai dari satu kelas pemula minggu ini, dan biarkan tubuhmu yang memberi tahu mana yang paling pas untukmu.

Bagikan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi tips olahraga, panduan kelas, dan inspirasi sehat lainnya di blog kami.

Lihat Semua Artikel