KUYY! logo

Artikel

Pentingnya Hidrasi Saat Berolahraga

Tim KUYY!
4 menit baca
Hidrasi dengan air saat olahraga

Air adalah salah satu "alat" performa paling murah yang sering kamu lupakan. Tubuh kita sekitar 60 persen terdiri dari air, dan saat kamu berolahraga, cairan itu terus menguap lewat keringat dan napas. Begitu kamu mulai kekurangan, performa langsung anjlok diam-diam — sebelum kamu sadar kamu sebenarnya sudah merasa haus.

Kenapa hidrasi sebegitu penting

Air bukan sekadar pelepas dahaga. Saat kamu bergerak, air mengatur suhu tubuh lewat keringat, melumasi sendi, mengangkut oksigen dan nutrisi ke otot, serta membantu membuang sisa metabolisme. Begitu cairan berkurang, semua proses ini melambat dan jantung harus bekerja lebih keras memompa darah yang mengental.

Yang bikin kaget: dehidrasi hanya 2 persen dari berat badan sudah cukup menurunkan daya tahan, kecepatan, dan fokus. Untuk orang 70 kg, itu cuma kehilangan sekitar 1,4 liter cairan — gampang banget terjadi dalam satu sesi lari atau kelas HIIT yang berkeringat. Efeknya terasa sebagai cepat lelah, kram, pusing ringan, sampai detak jantung yang terasa lebih tinggi dari biasanya untuk usaha yang sama.

Panduan hidrasi: sebelum, selama, sesudah

Hidrasi yang baik bukan soal menenggak satu botol besar tepat sebelum mulai, tapi soal mencicil sepanjang hari. Pakai panduan praktis ini sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan tubuh dan intensitas latihanmu.

  • Sebelum: minum sekitar 400-600 ml air (kira-kira 2-3 gelas) dalam 2 jam sebelum olahraga, lalu 1 gelas kecil 15 menit sebelum mulai. Ini memberi waktu tubuh menyerap cairan dan membuang kelebihannya, jadi kamu tidak mulai dengan perut penuh yang menggelodak.
  • Selama: teguk 150-250 ml setiap 15-20 menit, terutama untuk sesi yang banyak berkeringat. Jangan tunggu sampai haus — rasa haus baru muncul saat kamu sudah mulai dehidrasi. Untuk latihan singkat di bawah 45 menit, beberapa tegukan biasanya cukup.
  • Sesudah: ganti cairan yang hilang. Patokan kasarnya, minum sekitar 500 ml untuk setiap setengah kilogram berat badan yang turun selama latihan. Lanjutkan minum bertahap selama 1-2 jam berikutnya, bukan sekaligus.
Tips cepat: cek warna urinemu. Kuning pucat seperti lemonade encer artinya kamu terhidrasi baik. Kuning pekat seperti jus apel adalah sinyal jelas untuk segera minum lebih banyak.

Kapan kamu butuh elektrolit?

Keringat tidak hanya membawa air keluar, tapi juga mineral seperti natrium, kalium, dan magnesium — inilah yang disebut elektrolit. Mineral ini menjaga keseimbangan cairan dan kerja otot. Untuk olahraga ringan sampai sedang di bawah satu jam, air putih biasa sudah lebih dari cukup.

Kamu baru perlu mempertimbangkan minuman elektrolit dalam kondisi berikut:

  1. Latihan intens lebih dari 60-90 menit, seperti lari jarak jauh atau sesi bersepeda panjang.
  2. Cuaca panas dan lembap khas Indonesia, yang membuat kamu berkeringat jauh lebih banyak.
  3. Kamu termasuk "salty sweater" — keringatmu terasa asin dan meninggalkan noda putih di baju.

Untuk kebanyakan sesi yoga, padel, atau latihan di gym berdurasi normal, kamu tidak perlu minuman olahraga manis yang penuh gula. Air putih, plus camilan sehat setelahnya, sudah menutup kebutuhanmu.

Kesalahan hidrasi yang sering terjadi

Banyak orang sudah niat minum, tapi caranya kurang tepat. Hindari jebakan umum ini supaya usahamu tidak sia-sia:

  • Baru minum saat haus. Rasa haus adalah indikator yang terlambat. Saat kamu merasa haus, kamu sudah kehilangan sebagian performa.
  • Overhidrasi sekaligus. Menenggak satu liter air dalam sekali waktu justru bikin kembung dan, dalam kasus ekstrem pada latihan sangat panjang, bisa mengencerkan natrium darah. Cicil, jangan diborong.
  • Mengandalkan kopi atau minuman manis sebagai pengganti air. Boleh saja menikmatinya, tapi jangan jadikan sumber hidrasi utama menjelang latihan.
  • Lupa hidrasi di hari biasa. Kamu tidak bisa "menutup utang" cairan satu hari hanya dengan minum banyak sebelum latihan. Biasakan minum cukup setiap hari.

Sesuaikan hidrasi dengan jenis olahragamu

Kebutuhan cairan sangat dipengaruhi oleh seberapa banyak kamu berkeringat, dan itu beda-beda tiap aktivitas. Olahraga statis berintensitas rendah jelas berbeda dari olahraga raket yang bergerak terus.

Olahraga intens dan berkeringat banyak

Aktivitas seperti squash, badminton, dan lari menuntut kamu lebih disiplin meneguk air di sela-sela. Sediakan botol di pinggir lapangan dan manfaatkan jeda antar set untuk minum. Kalau kamu masih pemula, panduan memulai lari untuk pemula bisa membantu kamu mengatur ritme sekaligus jeda minum.

Olahraga berintensitas lebih rendah

Untuk pilates atau yoga, kamu memang tidak berkeringat sederas saat lari, tapi tetap kehilangan cairan — apalagi di kelas yoga panas. Minum segelas sebelum dan sesudah kelas sudah memadai untuk sesi ini.

Hidrasi adalah bagian dari gizi olahraga

Cairan bekerja paling baik kalau dipadukan dengan nutrisi yang tepat. Apa yang kamu makan sebelum dan sesudah latihan menentukan seberapa cepat tubuhmu pulih dan seberapa kuat performamu. Air membantu menyerap dan mengedarkan nutrisi itu, jadi keduanya saling melengkapi.

Untuk gambaran lengkap soal timing makan, baca apa yang harus dimakan sebelum dan sesudah olahraga. Dan kalau tujuanmu mencegah cedera serta tetap bugar dalam jangka panjang, tips mencegah cedera olahraga juga layak kamu simak. Hidrasi, gizi, dan persiapan tubuh adalah satu paket.

Saatnya bergerak — dan tetap terhidrasi

Hidrasi yang baik tidak rumit: minum bertahap sepanjang hari, cicil saat latihan, ganti yang hilang setelahnya, dan baca sinyal tubuhmu. Dengan kebiasaan kecil ini, kamu akan terasa lebih bertenaga, fokus lebih tajam, dan pemulihan lebih cepat di setiap sesi.

Sekarang tinggal satu langkah lagi: pilih aktivitas yang bikin kamu semangat bergerak. Jelajahi ratusan pilihan kelas dan komunitas olahraga di KUYY!, bawa botol airmu, dan mulai sesi pertamamu hari ini.

Bagikan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi tips olahraga, panduan kelas, dan inspirasi sehat lainnya di blog kami.

Lihat Semua Artikel